NADIKABAR.COM — Polda Metro Jaya bakal menyiapkan pengamanan saat sidang lanjutan kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dengan terdakwa Roy Suryo di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim), Kamis (5/11) besok.

Jokowi dijadwalkan akan hadir sebagai saksi dalam persidangan tersebut. Selain itu, ajudan Jokowi, Syarif Muhammad Fitriansyah, juga dijadwalkan hadir sebagai saksi.

"Pastinya Polda Metro Jaya selalu memberikan pelayanan dan pengamanan setiap rangkaian kegiatan masyarakat," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Rabu (4/11).

Disampaikan Budi, Polda Metro Jaya siap mengamankan setiap kegiatan maupun aktivitas yang dilakukan masyarakat agar berjalan dengan aman, tertib dan lancar.

Kendati demikian, Budi belum membeberkan berapa jumlah personel yang akan dikerahkan untuk pengamanan sidang tersebut.

"(Untuk jumlah personel) nanti akan kita update," ucap dia.

Sebelumnya, jaksa akan menghadirkan Jokowi dalam sidang kasus dugaan fitnah dan pencemaran nama baik dengan terdakwa Raden Mas Tumenggung Roy Suryo Notodiprojo atau Roy Suryo pada Kamis (5/11). Jaksa juga akan memanggil ajudan Jokowi, Syarif Muhammad Fitriansyah.

Kepala Pengadilan Jakarta Timur, Efendi memastikan sidang terbuka untuk umum, namun ruang sidang berkapasitas 80 orang. Untuk menjaga kenyamanan jalannya sidang, PN Jaktim akan menyediakan televisi di area luar ruang sidang untuk agar pengunjung dapat menyaksikan siaran langsung sidang.

"Iya, tentu kita, ini sidang ini kan terbuka untuk umum. Jadi masuk berapanya itu sesuai dengan kapasitas kita nanti. Berapa kapasitas bisa ditampung oleh pengunjung sidang. Namun seperti biasa, kita kan ada apa ya Ada TV di luar juga ya, bisa di luar," kata Efendi, di PN Jaktim, Selasa (3/11).

Efendi memastikan tidak membeda-bedakan pengunjung yang masuk ke ruang sidang. Namun tetap melihat kapasitas ruangan agar sidang berjalan kondusif.

"Buat yang bisa masuk ke area persidangan dan area sekitar pengadilan kita dari dua kubu. Pokoknya kita ya yang penting nyaman ya, gitu aja. Penting ini sidang terbuka untuk umum, kita tidak membeda-bedakan, semua kubu boleh menonton, masyarakat pada umumnya boleh menonton. Terus kalau memang kapasitasnya 80, ya jangan lebih, nanti kan nggak nyaman jadinya ya," ujarnya.