NADIKABAR.COM — Direktorat Lalu Lintas Polda Riau menggelar apel kesiapan menyambut Operasi Patuh Lancang Kuning 2026. Dirlantas Polda Riau Kombes Gathut Bowo Supriyono menekankan pelaksanaan operasi mengedepankan humanisme sejalan prorgam Kapolri 'Polisi Bersama Masyarakat'.
Kombes Gathut mengatakan bahwa kesiapan personel dan kendaraan patroli merupakan bagian penting dalam mendukung pelaksanaan Operasi Patuh Lancang Kuning 2026, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, upaya mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) membutuhkan kesiapan petugas serta dukungan dan partisipasi aktif masyarakat.
Sejalan dengan program Bapak Kapolri, 'Polisi Bersama Masyarakat', Ditlantas Polda Riau terus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keselamatan di jalan raya. Hal ini menjadi penting mengingat aktivitas balap liar masih menjadi perhatian, baik di Kota Pekanbaru maupun di sejumlah kabupaten di Provinsi Riau.
"Kami masih mendengar informasi dan menerima laporan masyarakat terkait aktivitas yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan, salah satunya balap liar. Kami mengimbau masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak melakukan balap liar, melawan arus, menggunakan knalpot yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis, maupun mengabaikan penggunaan helm berstandar SNI. Perilaku tersebut dapat membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya," kata Kombes Gathut, Kamis (21/10/2026).
Operasi digelar mulai tanggal 26 Oktober 2026. Ada beberapa sasaran operasi, antara lain pelanggaran yang mengakibatkan fatalitas kecelakaan.
Kombes Gathut mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan Call Center 110 Polri apabila mengetahui atau menyaksikan aktivitas balap liar maupun gangguan keamanan dan ketertiban yang membutuhkan kehadiran petugas kepolisian.
Dirlantas Polda Riau juga menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam mengawasi dan membimbing anak-anak, terutama kalangan remaja sebagai generasi penerus bangsa. Edukasi dan pengawasan keluarga diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran berlalu lintas sejak dini serta mencegah perilaku berkendara yang berisiko.
"Kami berharap para orang tua turut mengambil peran dalam mengawasi dan mengingatkan anak-anak kita agar tidak terlibat balap liar maupun melakukan tindakan yang membahayakan di jalan raya. Keselamatan berlalu lintas harus kita tanamkan sejak dini dan jadikan sebagai kebutuhan bersama, bukan semata-mata karena takut terhadap sanksi atau penindakan," ujarnya.