Rencananya, narkotika tersebut tidak hanya dipasarkan di wilayah Riau, tetapi juga akan didistribusikan ke sejumlah daerah seperti Medan (Sumatera Utara), Jambi, hingga Sumatera Selatan.
"Ini merupakan pola baru jaringan internasional. Riau dianggap sebagai pintu masuk yang mudah. Saya tegaskan, kami tidak akan main-main. Jalur-jalur penyelundupan di Selat Malaka ini akan kami tutup dan jaringannya kami basmi sampai ke akar-akarnya," tegas Arman.
Ia menambahkan, pihaknya telah mengantongi sejumlah nama yang terlibat dalam jaringan ini dan tengah berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat untuk mengomunikasikan langkah penindakan dengan otoritas di Malaysia. Polda Riau berkomitmen memperkuat penjagaan di jalur laut sebagai langkah dalam upaya mencegah penyelundupan narkoba.
"Saya tidak main-main, mereka membentuk becak laut, rekrutmen oleh mereka. Saya nyatakan perang terhadap narkoba. Upaya ini akan terus kami lakukan," tegasnya.