Provinsi Riau sendiri memiliki 230.011 hektare mangrove terbesar se-Sumatra dan menduduki urutan kelima di Indonesia. Untuk di Provinsi Riau sendiri, mangrove terluas ada di Indragiri Hilir dan secara khusus di Pulau Rupat ini ada 1.552 hektare yang terdiri dari mangrove jarang seluas 761 hektare dan mangrove lebat seluas 13.965 hektare, dan mangrove sedang 886.000 hektare.
"Untuk itu saya mengajak seluruh masyarakat untuk proaktif menjaga lingkungan. Saat ini karhutla terjadi di mana-mana dan salah satu upaya mitigasi dengan melakukan kebaikan kepada alam, kita terus menanam pohon, mangrove," kata Irjen Herry Heryawan.
Sebelumnya, Ditreskrimsus Polda Riau mengungkap dugaan perambahan kawasan mangrove yang diolah menjadi arang dan diduga akan dikirim ke Batu Pahat, Malaysia. Dalam perkara tersebut, polisi menetapkan dua tersangka, yakni AT selaku nakhoda kapal dan AK selaku pemilik sekaligus pengelola dapur arang.
Polisi juga menyita sekitar 140 ton arang bakau. Sebanyak 65 ton di antaranya telah dipindahkan ke Dumai, sedangkan sekitar 75 ton lainnya masih berada di lokasi dapur arang.