Berdasarkan hasil pengujian awal di lapangan, penggunaan cairan X-Fire menunjukkan respons yang cukup positif dalam meredam bara api di lapisan gambut. Namun pihak kepolisian bersama tim peneliti masih akan terus memantau perkembangan di lokasi uji coba selama satu hingga dua hari ke depan.

Langkah pengawasan ini dilakukan guna memastikan bahwa cairan tersebut benar-benar mampu menembus bawah permukaan gambut dan meniadakan titik api (zero hotspot) secara total.

"Kami sudah membuktikan bahwasanya penggunaan cairan ini cukup efektif. Namun, kami masih akan menunggu satu sampai dua hari untuk melihat apakah cairan ini benar-benar memadamkan hingga nol persen titik api di bawah permukaan lahan gambut," jelasnya.

Kombes Boy Jekson berharap metode pemadaman menggunakan cairan X-Fire ini dapat menjadi acuan formulasi yang tepat dalam penanganan karhutla di Provinsi Riau pada masa mendatang.

Jika hasil riset membuktikan keandalan cairan tersebut, metode ini akan dijadikan bagian dari strategi mitigasi jangka panjang Polda Riau untuk menghadapi ancaman karhutla di tahun-tahun berikutnya.