Sementara, Direktur Jenderal Sains dan Teknologi (Dirjen Saintek), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Ahmad Najib Burhani mengatakan ilmu pengetahuan yang dimiliki para wisudawan harus dijadikan kompas dalam memberikan dampak nyata kehidupan masyarakat.

Oleh karena itulah, jargon Diktisaintek Berdampak, memiliki filosofi yang kuat karena mengukur capaian dan keberhasilan bukan dari besarnya IPK, namun dari kebermanfaatan diri untuk masyarakat.

"Perubahan digital di bidang kreatif dan berbagai industri seperti musik ataupun gim bermunculan karena faktor perubahan digital ini. Dunia digital menjadi disorientating dilema yang mengubah perspektif kita tentang pendidikan dan kehidupan. Oleh karena itu, jadilah versi terbaik diri sendiri apa pun profesi yang kita lakukan ke depan," tutur Ahmad Najib Burhani.

Diketahui, Politeknik Negeri Media Kreatif merupakan perguruan tinggi yang berfokus pada industri kreatif. Saat ini Polimedia terdapat 15 Program Studi baik jenjang D3 dan D4 di Kampus Jakarta, 4 Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) di PSDKU Medan, dan 4 Program Studi di PSDKU Makassar. Tahun 2025, Polimedia juga resmi membuka Magister Terapan (S2) program studi Pemasaran, Inovasi, dan Teknologi.