NADIKABAR.COM — Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) mengukuhkan 1.152 wisudawan jenjang Program Sarjana Terapan dan Diploma III yang siap menjawab tantangan zaman, khususnya di industri kreatif.
Direktur Polimedia, Dwi Riyono saat Wisuda Angkatan ke-16 Tahun 2026 Polimedia di Jakarta, Selasa, berharap wisuda tahun ini tidak sekadar sebagai penanda keberhasilan akademik namun mencerminkan Polimedia dalam menyiapkan lulusan yang memiliki relevansi dengan kebutuhan dunia kerja khususnya di industri kreatif.
"Wisuda menjadi momen awal perjalanan dan memberikan kontribusi nyata. Dengan bekal kreativitas, inovasi, kami meyakini lulusan Polimedia siap menjadi bagian dari penggerak industri kreatif untuk mewujudkan kinerja unggul bagi bangsa dan mampu menjawab tantangan zaman," katanya.
Dwi menambahkan, Indonesia saat ini memiliki peluang luar biasa dalam perkembangan ekonomi kreatif global mulai dari kekayaan budaya, sumber daya manusia, keragaman talenta, dan kekuatan di bidang seni, desain, musik, film, animasi, dan sub sektor lainya.
Pada 2025, ekonomi kreatif di Indonesia menyerap 27,40 juta tenaga kerja dan cakupan ekonomi kreatif Indonesia diperluas dari 17 menjadi 21 sub sektor melalui Rencana Induk Ekonomi Kreatif tahun 2026-2045.
"Indonesia memiliki potensi besar. Kita memiliki generasi muda yang kreatif, kekayaan budaya yang luar biasa, sumber daya manusia yang terus berkembang, dan peluang ekonomi digital yang semakin terbuka," ujarnya.
Berdasarkan Tracer Study Polimedia tahun 2026, lanjut Direktur Polimedia, capaian Polimedia yakni 84 persen lulusan telah bekerja, delapan persen berwirausaha, dan dua persen melanjutkan pendidikan. Persentase tersebut menjadi indikator cukup penting Bahia lulusan Polimedia memiliki keterkaitan dengan kebutuhan industri dengan rata-rata masa lulusan yakni 2,1 bulan.
Oleh karena itu, dari indikator persentase itu Polimedia turut berbangga lantaran sebanyak 84 persen lulusannya terserap di dunia industri, termasuk berwirausaha.
"Kepada seluruh wisudawan dan wisudawati, jadilah generasi yang tidak takut terhadap perubahan. Jadilah generasi yang menguasai teknologi, memiliki kreativitas, memahami industri, berani berwirausaha, dan mampu bersaing di tingkat global," kata Dwi Riyono.
Sementara, Direktur Jenderal Sains dan Teknologi (Dirjen Saintek), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Ahmad Najib Burhani mengatakan ilmu pengetahuan yang dimiliki para wisudawan harus dijadikan kompas dalam memberikan dampak nyata kehidupan masyarakat.
Oleh karena itulah, jargon Diktisaintek Berdampak, memiliki filosofi yang kuat karena mengukur capaian dan keberhasilan bukan dari besarnya IPK, namun dari kebermanfaatan diri untuk masyarakat.
"Perubahan digital di bidang kreatif dan berbagai industri seperti musik ataupun gim bermunculan karena faktor perubahan digital ini. Dunia digital menjadi disorientating dilema yang mengubah perspektif kita tentang pendidikan dan kehidupan. Oleh karena itu, jadilah versi terbaik diri sendiri apa pun profesi yang kita lakukan ke depan," tutur Ahmad Najib Burhani.
Diketahui, Politeknik Negeri Media Kreatif merupakan perguruan tinggi yang berfokus pada industri kreatif. Saat ini Polimedia terdapat 15 Program Studi baik jenjang D3 dan D4 di Kampus Jakarta, 4 Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) di PSDKU Medan, dan 4 Program Studi di PSDKU Makassar. Tahun 2025, Polimedia juga resmi membuka Magister Terapan (S2) program studi Pemasaran, Inovasi, dan Teknologi.