NADIKABAR.COM — Politeknik Negeri Lampung (Polinela) meneliti pemanfaatan larva Black Soldier Fly (BSF) atau magot sebagai teknologi pengolahan limbah organik dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mengurangi beban sampah, sekaligus menghasilkan produk bernilai guna.
Dosen Politeknik Negeri Lampung Sarono saat dikonfirmasi di Lampung Selatan, Jumat, mengatakan penelitian tersebut dilakukan dengan menguji enam jenis limbah makanan yang berasal dari lauk ayam goreng, lele goreng, tahu-tempe goreng, telur, roti tawar, dan roti manis. Pengujian juga membandingkan limbah yang mengalami fermentasi spontan selama tiga hari dan 15 hari.
“Hasil penelitian menunjukkan limbah dengan sumber protein lele goreng menghasilkan efisiensi biokonversi tertinggi secara numerik yakni 23,05 persen. Namun hasil tersebut tidak berbeda nyata secara statistik dibandingkan limbah ayam goreng, telur, serta tahu-tempe,” katanya.
Sementara itu, kata dia, limbah roti tawar dan roti manis menghasilkan efisiensi biokonversi masing-masing sekitar 18,52 persen dan 18,39 persen.