Faruk mengatakan partikel abu vulkanik yang tak terlihat mata telanjang berpotensi terhirup dan menyebabkam gangguan pernapasan. Arahan penggunaan masker dilakukan sampai beberapa hari kedepan.

"Makanya kita minta masyarakat terutama anak sekolah menggunakan masker karena bahaya untuk kesehatan, apalagi ketika terhirup. Kalau memungkinkan, juga menggunakan kacamata supaya mata tidak perih dan iritasi," kata Faruk

Sementara itu, Pakar Kebencanaan pada Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Dr. Daryono, menjelaskan soal bahaya abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau terletak pada kombinasi fisik partikelnya yang sangat tajam dan kandungan kimiawi yg bersifat korosif.

"Abu vulkanik itu berbeda dari debu biasa yglang lunak dan mudah disaring, partikel abu vulkanik merupakan pecahan kaca silika dan batuan berukuran mikroskopis (kurang dari 2 mm)," kata Daryono.