NADIKABAR.COM — Polda Metro Jaya mengungkap penggarap film 'Pesta Babi', Dandhy Laksono belum memenuhi panggilan polisi untuk diperiksa terkait laporan yang dilayangkan tokoh perempuan adat dan pejuang lingkungan asal Merauke, Yasinta Moiwend atau Mama Sinta. Polisi akan menjadwalkan ulang pemeriksaan.
"Jadi, Saudara DL pada saat klarifikasi undangan kedua masih belum hadir, ini akan kita agendakan kembali," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026).
Sebagai informasi, Dandhy sejatinya diperiksa pada 27 Oktober yang lalu setelah sebelumnya juga sempat ditunda pemeriksaannya. Budi mengatakan penyidik masih melakukan pendalaman terhadap laporan tersebut.
"Kami juga mengajak bahwa sebagai warga negara yang taat hukum, patuh akan hukum, menghormati semua. Proses ini akan berjalan. Tinggal penyidik akan melihat apabila itu cukup bukti atau tidak cukup bukti, akan diberikan kepastian hukum," jelasnya.
Mama Sinta sebelumnya membuat laporan polisi ke Polda Metro Jaya terkait film 'Pesta Babi'. Mama Sinta melaporkan Ketua LBH Papua Merauke berinisial JTW dan Dandhy.
Mama Sinta mengaku sakit hati dengan pemutaran film tersebut yang menampilkan dirinya. Dia mengatakan tak ada izin yang diminta kepadanya dari pihak film tersebut.
"Mereka putar film 'Pesta Babi' itu di mana-mana, saya sakit hati, saya kecewa sekali. Tanpa izin dari saya, tanpa pembicaraan. Itu penjahat itu mereka," terang Mama Sinta.
"Saya punya wajah ini di mana-mana mereka putar film itu, saya sakit hati. Tanpa izin dari saya. Maka itu saya datang ke Jakarta. Jadi, itu saja yang saya sampaikan," lanjutnya.
Penggarap film 'Pesta Babi', Dandhy Laksono, merespons pelaporan dirinya oleh Mama Sinta ke Polda Metro Jaya. Dandhy menyoroti perbedaan kemunculan Mama Sinta di publik ketika film 'Pesta Babi' digarap dengan setelah film tersebut tayang.
"Saat Mama Yasinta muncul ke publik membela tanah ulayatnya, kami yang ikut mendukungnya, menampakkan identitas jelas. Punya nama, punya wajah, punya lembaga," tulis Dandhy dalam postingan Instagramnya seperti dilihat NadiKabar, Selasa (2/6).
"Kini Mama Yasinta dimunculkan ke publik oleh mereka yang malu-malu menunjukkan identitasnya. Tanpa nama, tanpa wajah," lanjutnya dalam postingan tersebut.
Postingan tersebut dikirim Dandhy saat NadiKabar meminta tanggapan terkait pelaporan oleh Mama Sinta. Dalam postingan itu, Dandhy juga menilai kemunculan Mama Sinta saat ini sebagai menghilangkan fokus publik terhadap fenomena yang terjadi di Papua.
"Satu-satunya yang tampak jelas adalah siasat agar kita pelan-pelan kehilangan fokus pada persoalan kolonialisme di Papua," ujar Dandhy.