Sementara itu, Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Didid Imawan mengatakan solar yang ditimbun dibeli dengan harga Rp 9.000 per liter setelah distribusi BBM dari kapal tanker pada 2 September 2026. Total solar yang sebelumnya diperoleh mencapai 19 drum berwarna biru.
"Saat anggota kami melakukan pengungkapan, tersisa 13 drum dalam kondisi terisi penuh. Masing-masing drum berkapasitas 200 liter sehingga total solar yang ditemukan mencapai 2.600 liter," sebut AKBP Didid.
Didid mengungkapkan pelaku akan menjual solar subsidi tersebut kepada nelayan. Pelaku menarik keuntungan sebesar Rp 1.500 per liter dari penjualan ke nelayan di sekitar Kepulauan Selayar.
"BBM bersubsidi tersebut diduga kembali dijual dengan harga Rp 10.500 per liter. Berdasarkan penyelidikan, solar tersebut mayoritas dibeli oleh nelayan," pungkas Didid.