Syaiful mengaku berhasil menghindar sehingga sabetan senjata tajam itu tidak mengenai tubuhnya.
"Baru satu kali menyabet, saya menghindar. Temannya juga sudah siap dengan golok. Ada tiga orang yang membawa senjata tajam," tuturnya.
Di tengah perlawanan tersebut, para pelaku berhasil menguasai sepeda motor Honda Beat tahun 2024 milik Syaiful. Para komplotan begal ini kemudian kabur ke arah Taman Anggrek.
Selain sepeda motor, barang belanjaan untuk usaha katering miliknya turut dibawa kabur.
Sejumlah dokumen dan kartu penting yang disimpan di dalam jok kendaraan pun raib bersama motornya.
"Dompet berisi surat-surat penting, seperti STNK, KTP, kartu ATM, dan kartu-kartu hilang," ungkapnya.