NADIKABAR.COM — Polisi mendalami cara 6 anggota Greenpeace Indonesia naik ke Patung Selamat Datang di Bundaran HI, Jakarta Pusat. Polisi akan melakukan pemeriksaan kepada sejumlah pihak.

"Sekitar jam 06.00 WIB, itu pembentangan spanduknya. Tentu nanti akan dilakukan pemeriksaan-pemeriksaan audit kepada pihak-pihak terkait," ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold EP Hutagalung kepada wartawan di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026).

Reynold juga mengatakan pihaknya akan mendalami bagaimana para aktivis Greenpeace bisa naik ke atas Patung Selamat Datang. Reynold mengatakan pihaknya akan memeriksa CCTV di sejumlah titik sekitar Bundaran HI.

"Makanya di sini pada saat melakukan hal tersebut sangat dimungkinkan mereka naik pada jam berapa, itu akan dilakukan pemeriksaan dari CCTV untuk lebih lanjut dalam proses waktu yang tepat kapan mereka naik ke atas," katanya.

"Nanti kita akan dalami prosesnya (cara naik ke atas) ya," sambungnya.

Saat ini, keenam aktivis Greenpeace sudah dievakuasi ke Klinik Biddokes Polda Metro Jaya. Reynold berharap para dokter bisa memberikan penanganan terbaik bagi para aktivis tersebut.

"Syukur alhamdulillah keenam orang itu dapat kita evakuasi dan tidak satu pun yang tertinggal di atas. Dan mudah-mudahan dengan penanganan yang cepat dari Dokkes Polda Metro Jaya, kami harapkan dapat memberikan keselamatan yang utama kepada keenam orang tersebut," katanya.

Seperti diketahui, spanduk dan sejumlah poster berwarna kuning terbentang di Patung Selamat Datang Bundaran HI, Jakarta Pusat. Spanduk dan poster tersebut berisi pesan yang menuntut agar pemerintah menangani krisis iklim dan kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Spanduk tersebut dibentangkan lembaga Greenpeace Indonesia sejak Selasa (20/10) pagi. Spanduk tersebut kemudian diangkat sekira pukul 08.10 WIB.

"Melindungi lingkungan = Melindungi kualitas hidup," demikian tulisan salah satu poster yang terlihat di lokasi.

Kepolisian kemudian meminta agar aktivis turun dari Patung Selamat Datang setelah spanduk diangkat. Reynold memastikan akan melayani dan melindungi para aktivis yang berunjuk rasa.

"Kami dari Polres Metro Jakarta Pusat dan Kodim 0501 Jakarta Pusat bersedia melayani dan melindungi Saudara-Saudari. Segera turun, utamakan keselamatan, Saudara-saudari," kata Reynold di lokasi aksi.