Melalui program tersebut, personel kepolisian akan memberikan edukasi dan pendampingan kepada pelajar mengenai batasan dalam pergaulan, pentingnya saling menghormati, serta konsekuensi hukum dari tindakan yang melanggar aturan.

"Kami ingin polisi menjadi orang tua asuh sekaligus sahabat bagi anak sekolah. Mereka harus merasa dekat, tidak takut, dan percaya bahwa kepolisian hadir untuk melindungi," tegasnya.

Kapolda menginstruksikan seluruh personel agar mengutamakan pendekatan persuasif dan humanis dalam mendampingi pelajar.

Personel juga diminta membangun komunikasi dengan siswa serta berkoordinasi dengan pihak sekolah dan orang tua untuk mengenali sejak dini faktor yang berpotensi mengganggu keamanan dan perkembangan anak.

Polda Jatim akan melakukan pemetaan sekolah sebagai dasar penempatan personel dan penentuan pola pendampingan.

Sekolah yang membutuhkan penguatan pencegahan akan mendapatkan pendampingan lebih intensif, terutama terkait potensi tawuran, perundungan, dan penyalahgunaan narkoba.