"Seluruh personel di lapangan diinstruksikan untuk mengedepankan pendekatan humanis, dialogis, dan persuasif," ungkap Budi.

Pihak kepolisian juga mengimbau peserta aksi untuk menyampaikan aspirasi dengan damai, tanpa merusak fasilitas umum.

Meski mengedepankan langkah persuasif, kepolisian menegaskan tidak akan segan mengambil tindakan tegas dan terukur (preventive strike) terhadap pihak-pihak yang mencoba menunggangi kegiatan tersebut dan memicu kerusuhan.

"Polda Metro Jaya sudah melakukan langkah-langkah, seperti patroli siber atau media digital terhadap ajakan untuk mengganggu kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat). Satgas Gakkum (Satuan Tugas Penegakan Hukum) akan melakukan penindakan tegas, tepat, dan terukur," pungkas Budi.

Sebagai bagian dari langkah mitigasi tersebut, jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya juga menggelar Operasi Nila untuk merazia tempat peredaran obat keras, seperti Tramadol, guna mencegah penyalahgunaan yang kerap memicu aksi anarkis.