Aksi tersebut sempat membuat akses utama kantor tertutup. Dalam rekaman video juga terdengar suara warga meminta orang-orang di dalam gedung keluar melalui pintu belakang. "Udah, keluar dari belakang! Ayo ke PN, ayo," teriak salah seorang warga dalam rekaman video tersebut.
Usai melakukan aksi di Kantor DPMD, massa bergerak menuju kantor Bupati Bekasi dan turut menggembok pintu ruangan Bupati. Namun, gembok tersebut kemudian dibuka petugas.
Kepala DPMD Kabupaten Bekasi Imam Santoso mengatakan pihaknya sebelumnya telah membuka ruang mediasi bagi pihak yang keberatan terhadap hasil seleksi. Mediasi bahkan berlangsung sejak siang hingga malam hari.
Imam menegaskan tahapan pemungutan suara Pilkades Serentak 2026 pada Ahad (20/9) tidak dapat ditunda karena proses seleksi telah berjalan dan hasilnya juga telah dibuka melalui pihak ketiga.
"Mereka ingin penundaan tapi kan tahapan sudah berjalan. Hasilnya sudah terbuka dengan pihak ketiga. Jadi kita tidak bisa mengabulkan untuk penundaan. Keberatan tetap bisa disampaikan, tetapi tahapan Pilkades harus berjalan sesuai aturan," kata dia.