"Tapi yang rusak parahnya itu ada tiga. Untuk korbannya ada 29 orang dengan 13 KK (Kepala Keluarga)," kata Arie.
Dalam satu minggu ke depan, pihak kelurahan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta serta instansi terkait akan menyalurkan kebutuhan logistik kepada para korban.
"Dalam satu minggu ini kita akan menyalurkan logistik berupa makanan dari kelurahan. Kalau dari Dinsos dan dari BPBD sudah (dikirimkan), bentuk logistiknya beras dan minyak. Dari Dinas Sosial, ini lagi pengajuan untuk kompor, kemudian peralatan masak," kata Arie.
Hingga kini, situasi rumah para korban belum bisa ditempati sehingga mesti diungsikan. Selanjutnya, khusus bagi para korban anak, pihak Arie berkoordinasi dengan PMI untuk penanganan khusus.
"Untuk anak-anaknya tentu ada pendampingan dari RPTRA. Kemudian saya juga minta pendampingan dari bidang penanganan anak-anak dari PMI," pungkas Arie.