NADIKABAR.COM — Polisi melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) atas insiden ledakan tabung gas yang menyebabkan lima orang terluka parah di Jalan Guji Baru, RT/RW 06/02 Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis pagi.
Kanit Reskrim Polsek Kebon Jeruk AKP Sobari mengatakanbpihaknya telah mendatangi lokasi dan mengumpulkan sejumlah alat bukti.
"Sudah kita cek, tadi kan ada korban juga, sudah penanganan. Kita sudah okah TKP," kata Sobari saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Kamis.
Namun demikian, Sobari menyampaikan pihaknya belum dapat memeriksa sejumlah saksi utama karena masih dirawat di rumah sakit setelah terluka parah dalam insiden tersebut.
"Belum (diperiksa), saksinya masih di rumah sakit. Nanti akan kita sampaikan lagi perkembangannya," tutur Sobari.
Dari pantauan ANTARA di lokasi pada pukul 13.30 WIB, sejumlah bangunan terdampak akibat ledakan tersebut.
Tiga bangunan di antaranya nampak rusak parah, dengan dinding serta tiang penyangga rumah roboh.
Garis polisi pun terpasang di sekitar lokasi, tanda bahwa petugas kepolisian telah melakukan oleh Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Diketahui, sebanyak 12 orang terluka dengan tujuh luka ringan dan lima luka berat akibat ledakan tabung gas di Jalan Guji Baru, RT/RW 06/02 Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat pada Kamis pagi.
"Yang dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo itu ada empat orang, ditambah satu orang, totalnya jadi ada lima orang. Yang luka bakar ringan itu ada tujuh orang," kata Lurah Duri Kepaz Arie Lystha kepada wartawan di Jakarta, Kamis.
Arie mengatakan ledakan yang terjadi sekitar pukul 04.21 WIB itu mengakibatkan 10 rumah terdampak kerusakan.
"Tapi yang rusak parahnya itu ada tiga. Untuk korbannya ada 29 orang dengan 13 KK (Kepala Keluarga)," kata Arie.
Dalam satu minggu ke depan, pihak kelurahan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta serta instansi terkait akan menyalurkan kebutuhan logistik kepada para korban.
"Dalam satu minggu ini kita akan menyalurkan logistik berupa makanan dari kelurahan. Kalau dari Dinsos dan dari BPBD sudah (dikirimkan), bentuk logistiknya beras dan minyak. Dari Dinas Sosial, ini lagi pengajuan untuk kompor, kemudian peralatan masak," kata Arie.
Hingga kini, situasi rumah para korban belum bisa ditempati sehingga mesti diungsikan. Selanjutnya, khusus bagi para korban anak, pihak Arie berkoordinasi dengan PMI untuk penanganan khusus.
"Untuk anak-anaknya tentu ada pendampingan dari RPTRA. Kemudian saya juga minta pendampingan dari bidang penanganan anak-anak dari PMI," pungkas Arie.