Menurut dia, berdasarkan informasi yang diterima, tawuran tersebut melibatkan lebih dari 100 orang, sedangkan personel kepolisian yang tiba di lokasi sebanyak lima orang.

"Tindakan yang dilakukan oleh anggota kepolisian adalah membubarkan kelompok supaya tidak terjadi korban di antara kedua belah pihak sehingga dilakukan tembakan peringatan. Harapannya semua massa bubar," katanya.

Namun, kata Arya, saat pembubaran berlangsung, petugas mendapat serangan dari kelompok yang terlibat tawuran berupa lemparan batu dan anak panah busur. Sejumlah orang juga disebut menggunakan tameng dari tripleks.

Lima personel yang berada di lokasi kemudian dibagi untuk meredam dua kelompok yang bertikai.

"Masih kami dalami kondisi tersebut apakah membuat anggota tersebut mengeluarkan tembakan sehingga terjadinya korban. Ini masih didalami karena kami tidak di TKP, yang di TKP kan anggota," katanya.