Bentrokan pecah tak lama setelah puluhan petugas mendatangi lokasi perkemahan di Alun-alun Rossio, Lisbon, dan kamp yang lebih kecil di Alun-alun Dom Joao I, Porto, sekitar pukul 04.30 pagi.
Para pengunjuk rasa meneriakkan, "Ini seperti kediktatoran,". Sementara pihak kepolisian menyatakan bahwa beberapa orang melemparkan botol dan cat ke arah petugas saat mereka berupaya membongkar tenda-tenda tersebut.
Dalam sebuah pernyataan, polisi menyebut enam orang ditangkap di Lisbon dan tujuh orang di Porto karena menolak perintah membubarkan diri. Polisi juga menyatakan bahwa 13 petugas terluka dalam insiden tersebut, dengan delapan di antaranya harus dilarikan ke rumah sakit.
Di Porto, polisi melaporkan bahwa tiga petugas berpakaian preman yang sedang memantau para pengunjuk rasa diserang setelah keberadaan mereka diketahui oleh sekelompok orang.
Menurut polisi, salah satu petugas sempat menunjukkan senjata apinya sebagai upaya pencegahan.
Sejumlah warga sipil juga mengalami luka-luka dalam operasi tersebut. Menurut pernyataan polisi, tindakan itu dilakukan "dengan tegas, seimbang, dan menghormati hak-hak warga negara."
Kelompok aktivis Acampada Lisboa menyatakan lebih dari 30 pengunjuk rasa terluka, termasuk 10 orang yang memerlukan perawatan di rumah sakit. Mereka juga menyerukan aksi unjuk rasa lanjutan di ibu kota pada Minggu sore sebagai bentuk protes terhadap operasi kepolisian tersebut.