Ihsan mengatakan insiden tersebut kemudian memicu keributan antara kelompok massa dan petugas parkir, sehingga personel kepolisian dikerahkan untuk mengamankan Gedung DPRD DIY.
"Melihat keributan tersebut, personel dari kami yang berada di wilayah Gedung DPRD, mengamankan Gedung DPRD, keluar untuk membubarkan agar keributan tidak semakin meluas," katanya.
Menurut dia, kelompok massa tersebut melakukan perlawanan sehingga anggota kepolisian mundur ke dalam gedung, sementara massa kembali melakukan pelemparan menggunakan batu, petasan, dan kembang api.
"Atas tindakan anarkis dari massa tadi, kami melakukan upaya pendorongan dengan melibatkan personel dari Dalmas untuk mendorong massa agar dapat keluar dari Malioboro," ujarnya.
Ia menyebut situasi di sekitar kawasan Malioboro dapat diamankan sekitar pukul 22.00 WIB setelah personel kepolisian mendorong massa ke arah utara, menuju palang pintu kereta api hingga kawasan Jalan Mangkubumi dan Tugu Jogja.