Jumhur memaparkan, kepolisian lebih dulu mengamankan istri sah Dwi Bagus di Surabaya pada malam hari sebelum melakukan penggerebekan terhadap tersangka.
Dari hasil pemeriksaan terhadap istrinya, penyidik berhasil memetakan lingkaran pertemanan terdekat tersangka yang menjadi petunjuk utama lokasi persembunyian.
"Dari keterangan istri itu kita banyak dapat informasi. Soal teman-temannya yang paling dekat siapa, saudara yang paling dekat siapa. Ternyata berkesimpulan temannya di Jombang itu. dan ya kita baru pagi itu kita sentuh dan memang benar pelaku bersembunyi di padepokan di Jombang itu. Di tempat itu, di tempat seperti pengobatan alternatif itu," ucapnya.
"Sangat membantu informasi dari istri pelaku. Interogasi mulai dari jam 22.00 WIB malam sampai jam 02.00 WIB ya kita berkesimpulan akhirnya kita langsung ke Jombang, kita langsung bisa dapat pelaku," tambahnya.
Jumhur mengatakan, dari kasus ini juga terungkap ternyata istri sah tidak mengetahui Dwi Bagus memiliki istri siri. Sebaliknya, tersangka mengaku Dini mengetahui dirinya sudah beristri, namun Dwi berdalih sedang dalam proses cerai.
"Istri sahnya baru tahu tersangka ini punya istri siri ya saat kejadian itu. Jadi baru terungkap," kata dia.
Meski suaminya kini terancam hukuman berat atas dugaan pembunuhan berencana, istri sah masih menunjukkan kepedulian dengan meminta izin bertemu usai penyidik menggelar prarekonstruksi. Dalam momen singkat yang diberikan oleh kepolisian tersebut, tersangka hanya menyampaikan penyesalan atas perbuatannya.