"Sebagian besar kerusakan berupa kaca pecah akibat getaran kuat dari ledakan, sedangkan lima bangunan yang berada persis di sisi lokasi mengalami kerusakan parah. Bangunan lainnya mengalami kerusakan ringan," ujarnya.
Hingga saat ini, pihaknya masih memfokuskan penanganan pada pengamanan TKP dan korban sehingga belum memeriksa pihak terkait, sementara penyelidikan untuk memastikan sumber kebocoran dan penyebab ledakan masih dilakukan.
Sementara itu, Tim Gegana Satbrimob Polda Jatim Kompol Sandi mengatakan hasil penyelidikan menunjukkan ledakan terjadi akibat tekanan gas yang terkumpul dalam satu ruangan hingga kemudian terpicu dan meledak.
"Dari hasil penyelidikan kami, unsur bahan peledak atau unsur-unsur yang mengandung bom tidak kami temukan. Kejadian ini murni karena tekanan gas yang terkumpul dalam satu ruangan," tuturnya.