"Berdasarkan kondisi fisik bangkai sapi di lokasi, muncul dua dugaan kuat penyebab kematian, yaitu menjadi korban penyembelihan oleh orang asing, atau akibat serangan hewan liar," ujarnya.

Gatot melanjutkan, pemilik menerima insiden tersebut sebagai musibah. Padahal, kerugian yang dideritanya menembus Rp 15 juta.

"Meski mengalami kerugian besar, pemilik sapi menyatakan telah ikhlas dan menerima peristiwa ini murni sebagai musibah," ucapnya.