Motif penyerangan dengan pisau itu belum diketahui secara jelas.
Kementerian Dalam Negeri Serbia, dalam keterangannya, menyatakan bahwa anggota kepolisian itu menembak mati pelaku penyerangan sebagai tindakan membela diri. Polisi tersebut mengalami luka gores akibat pisau di bagian wajah dalam insiden yang terjadi tepat setelah tengah malam pada Rabu (28/10).
Dacic mengatakan bahwa layanan keamanan telah memantau pelaku, yang "dikenal sebagai pendukung Islamic State" dan diyakini berasal dari kota Sabac di wilayah barat negara tersebut.
"Profil Instagram-nya menampilkan bendera hitam dan lambang Islamic State," sebutnya.