"Personel ditempatkan sesuai kebutuhan dan karakter masing-masing kegiatan, mulai dari lokasi penyampaian pendapat, titik kegiatan masyarakat, hingga kawasan yang membutuhkan pengaturan lalu lintas," ujarnya.

Pengamanan tersebut menurutnya mengedepankan komunikasi dan persuasif. Rekayasa lalu lintas disiapkan situasional melihat kondisi di lapangan.

"Pengaturan maupun rekayasa lalu lintas diterapkan secara situasional sesuai kondisi di lapangan. Mari bersama-sama menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat," ujarnya.