"Pada waktu kejadian sang ibu (inisial M, usia 23 tahun) sedang kerja, di kontrakannya hanya pelaku dan anak (korban). Itu ayah kandung ya, bukan ayah tiri," ujar Made.
Melihat kondisi korban, saksi langsung menanyakan kondisi korban. Pelaku menjawab korban sakit karena muntah-muntah.
"Tetapi sewaktu di cek oleh saksi, wajah korban penuh dengan luka lebam. Saksi kemudian bertanya lagi terhadap pelaku 'kamu apain anak ini?' dan dijawab oleh pelaku tertimpa kipas angin, jawaban pelaku berbelit-belit. Kemudian saksi melapor ke ibu RT 011," ucap Made.
Sementara itu, ibu kandung korban yang saat kejadian sedang bekerja baru mengetahui kondisi anaknya setelah pulang sekitar pukul 19.15 WIB.
Setibanya di rumah, ibu korban melihat anaknya sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri dengan wajah lebam.
Sang ibu kemudian menanyakan kondisi korban kepada pelaku. Pelaku kembali memberikan keterangan bahwa korban tertimpa kipas angin.
"Menurut sang ibu, kalau luka di wajah korban sudah ada dua hari yang lalu dan pelaku selalu berbelit-belit kalau ditanya mengenai masalah korban," kata Made.