"Saya juga menemukan empat tulang kering, empat tulang paha. Pada manusia normal itu hanya dua tulang kering tangan, kiri dan paha kanan kiri. Kalau ada empat itu jelas bukan tulang milik manusia. Akan tetapi, tulang milik binatang kaki empat, apakah kucing atau anjing saya tidak bisa memastikan. Tetapi, berani mengatakan itu bukan tulang manusia," tegasnya.

Arso menambahkan, juga menemukan kulit dengan bulu tebal. Hal itu lebih menguatkan soal dugaan tulang tersebut merupakan kerangka hewan.

"Ini jelas bukan bulu manusia. Ini adalah bulu binatang yang berkaki empat entah kucing atau anjing atau yang lainnya," kata dia.

"Jadi berdasarkan pemeriksaan yang saya lakukan, saya berani mengatakan ini tulang-tulang manusia. Akan tetapi adalah tulang-tulang hewan yang berkaki empat. Untuk hewannya apa, saya mohon maaf tidak bisa untuk memastikan," kata dia.

Sebelumnya, Ketua RW 21, Kelurahan Rejowinangun Utara, Lukisno mengatakan menerima laporan dari warga pada Sabtu (19/10) sekitar 22.00 WIB.

Lokasi penemuan tersebut berada di halaman masjid tempat pembuangan tanah uruk.

"Di halaman masjid itu menerima buangan brongkalan sisa-sisa bangunan (tanah uruk). Karena di situ tanahnya legok atau miring, lha menerima buangan. Ada beberapa mobil yang membuang di situ, terus setelah ada pembuangan itu ada warga kami yang mencari rongsok," kata Lukisno di rumahnya, Selasa ini, dikutip dari NadiKabar.

Lukisno mengatakan, salah satu warga menemukan bungkusan yang menyerupai pocong, dibungkus kafan terus diikat mori.

"Kita orang awam tidak berani membuka, takut. Waktu dilapori saya posisi di Alon-alon, sekitar jam 23.00 WIB, saya pulang ke TKP. Saya lihat-lihat betul ada bungkusan yang menyerupai pocong dibungkus kafan yang jumlahnya banyak sekali. Tadi (hari ini) yang dikumpulkan lebih dari 20," sambungnya.