NADIKABAR.COM — Panggung geopolitik global hari ini memperlihatkan sebuah kontras yang cukup mendalam.

Di satu sisi, koridor diplomasi dan markas pertahanan disibukkan oleh kalkulasi transaksi alat utama sistem senjata (alutsista) bernilai puluhan miliar dolar.

Pada saat bersamaan, sepanjang September hingga Oktober 2026, gelombang unjuk rasa massa dan ketegangan sipil merebak di berbagai belahan dunia, mulai dari Paris (Prancis), Tirana (Albania), hingga Quito (Ekuador) dan La Paz (Bolivia).

Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto terus bergerak melakukan modernisasi militer melalui skema multi-alignment.