NADIKABAR.COM — Polda Sumatera Selatan melalui Polres OKU Selatan memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan memberikan edukasi kepada masyarakat melalui program Polisi Berbagi Ilmu (PBI).
Kegiatan yang menjangkau sekitar 300 masyarakat di 14 lokasi yang ada di wilayah Kabupaten OKU Selatan ini mengajak warga memahami bahaya karhutla dan berperan aktif menjaga lingkungan, digelar Rabu (30/9).
Edukasi tersebut menekankan pentingnya menghindari pembukaan lahan dengan cara membakar. Masih ditemukannya kebiasaan tersebut menjadi salah satu persoalan yang melatarbelakangi program PBI, sehingga pemahaman mengenai pencegahan dan penanganan karhutla mendapat perhatian dalam kegiatan ini.
Kapolres OKU Selatan AKBP I Made, Redi Hartana menjelaskan program PBI dirancang untuk mendekatkan pelayanan dan pengetahuan kepolisian kepada masyarakat, termasuk membangun kepedulian terhadap ancaman karhutla.
"Kami ingin masyarakat memahami bahaya membuka lahan dengan cara membakar dan ikut berperan dalam mencegah karhutla. Melalui Polisi Berbagi Ilmu, anggota hadir untuk memberikan pemahaman, mendengar persoalan warga, serta mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan," ujar Redi dalam keterangan tertulis, Kamis (1/10/2026).
Melalui pertemuan langsung, personel memberikan edukasi mengenai bahaya dan dampak kebakaran hutan dan lahan serta mekanisme penyampaian informasi kepada kepolisian. Komunikasi dua arah ini menjadi ruang bagi warga untuk bertanya dan menyampaikan persoalan yang dihadapi di lingkungan masing-masing.
"Menjaga keamanan dan mencegah karhutla membutuhkan kepedulian bersama. Karena itu, kegiatan ini kami laksanakan secara berkelanjutan agar hubungan polisi dengan masyarakat semakin dekat dan warga semakin memahami peran yang dapat dilakukan untuk menjaga lingkungannya," tambahnya.
Program yang diinisiasi Kapolres OKU Selatan tersebut melibatkan satuan fungsi operasional dan Polsek jajaran. Selain pencegahan karhutla, materi edukasi mencakup layanan kepolisian, pencegahan tindak pidana, bahaya narkoba, keselamatan berlalu lintas, serta penggunaan media sosial secara aman dan bijak.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya menegaskan pendekatan edukatif merupakan bagian dari upaya memperkuat keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan dan lingkungan.
"Kehadiran Polri harus memberikan manfaat yang dirasakan masyarakat, termasuk melalui pengetahuan untuk mencegah karhutla. Polisi Berbagi Ilmu menjadi sarana membangun kesadaran dan kerja sama dengan warga agar kepedulian terhadap lingkungan tumbuh menjadi tindakan nyata," ujar Nandang.
Kegiatan PBI dijadwalkan berlangsung setiap Rabu sebagai bagian dari program DEKAT, yakni Dedikasi, Etika, Kolaborasi, Aksi, dan Terpercaya. Pelaksanaan secara berkesinambungan diharapkan memperkuat pemahaman serta partisipasi masyarakat dalam menjaga wilayahnya.
Melalui Polisi Berbagi Ilmu, semangat Kapolda Sumsel 'Sudahkah Anda Berbuat Baik Hari Ini?' diwujudkan dengan hadir, berbagi pengetahuan, dan mengajak masyarakat mencegah karhutla sejak dini. Dalam semangat 'Nyago Bumi Sriwijaya 24/7', Polda Sumsel terus membangun kepedulian bersama untuk melindungi lingkungan dan keselamatan warga sebagai wujud Polri untuk Masyarakat.