Polri juga tengah mendorong optimalisasi Satu Data Polri dan e-Kandidat dalam pembinaan SDM. Berbagai informasi seperti TalentDNA, kompetensi, prestasi, kinerja, hasil assessment, rekam jejak pendidikan dan penugasan, data psikologi, catatan integritas, data Propam, hasil pengawasan Itwasum, serta riwayat pengembangan karier dapat diolah menjadi gambaran yang lebih lengkap mengenai seorang personel.

ESQ mengusulkan pilot project pemanfaatan Agentic AI untuk membantu mengolah data tersebut. AI dapat membantu menemukan pola, memetakan potensi, mengidentifikasi kebutuhan pengembangan, dan menyajikan informasi yang relevan bagi pimpinan. Namun, teknologi tetap ditempatkan sebagai alat bantu, bukan pengambil keputusan.

"Assessment adalah salah satu instrumen. Hasilnya harus dilihat bersama rekam jejak, perjalanan karier, kinerja, pemetaan psikologi, data Propam, hasil pengawasan Itwasum, serta sumber informasi lainnya," kata Dedi.

Karena itu, pengembangan sistem juga akan memperhatikan keamanan data, hak akses, akurasi informasi, serta etika penggunaan teknologi.

Dedi menegaskan pembangunan SDM merupakan investasi jangka panjang. Apa yang dibangun sejak pendidikan akan menentukan kualitas kepemimpinan Polri di masa depan.

"Kalau kita ingin membangun organisasi untuk 20 sampai 30 tahun ke depan, fondasinya harus disiapkan sejak sekarang. Pendidikan, pembinaan SDM, integritas, dan kepemimpinan merupakan investasi jangka panjang organisasi," kata Dedi.

Penguatan tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut Memorandum of Understanding (MoU) antara Polri dan ESQ yang telah dibuat. Melalui kerja sama tersebut, ESQ siap mendukung Polri dalam pengembangan SDM, mulai dari pendidikan, pemetaan talenta, pengembangan kepemimpinan, pembinaan karakter dan integritas, hingga pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan SDM.

"Kami menyampaikan terima kasih atas kesempatan untuk mendampingi Polri, khususnya dalam pengembangan SDM. Dukungan ESQ ini merupakan tindak lanjut dari MoU yang telah dibuat. Kami siap mendukung Polri dalam membangun SDM yang adaptif, berkarakter, dan mampu menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas," ujar Ary.

Ke depan, Polri dan ESQ akan mendalami sejumlah program, termasuk pilot project integrasi Agentic AI dengan Satu Data Polri, pengembangan TalentDNA, penyusunan Leadership Passport, evaluasi Assessment Center, serta penguatan sistem pendidikan berbasis talenta. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Polri membangun SDM yang berintegritas, profesional, adaptif, dan siap menjadi pemimpin yang mampu menjawab tantangan Polri di masa depan.