NADIKABAR.COM — Polri mengerahkan 200 personel tambahan dari Pasbrimob I Korbrimob Polri untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan melalui penugasan bantuan kendali operasi (BKO).
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko dalam keterangan di Jakarta, Jumat, mengatakan penambahan personel tersebut merupakan komitmen Polri untuk memastikan penanganan karhutla berjalan optimal melalui penguatan kemampuan operasional di daerah.
“Penanganan karhutla membutuhkan kesiapsiagaan dan langkah yang terukur. Karena itu, Polri memperkuat personel di Sumatera Selatan melalui penambahan pasukan Brimob dari Korbrimob Polri,” kata Trunoyudo.
Sebanyak 200 personel tersebut terdiri atas 100 personel yang diberangkatkan melalui jalur darat dari Lampung dan 100 personel dari Sumatera Utara melalui jalur udara. Pemberangkatan dilakukan pada Kamis (15/10) untuk penugasan di wilayah Sumatera Selatan.
Penguatan personel tersebut melanjutkan upaya penanganan karhutla yang telah dilakukan Polda Sumatera Selatan melalui Operasi Aman Nusa II.
Selain personel, Polri menyiapkan dukungan operasional berupa kendaraan khusus, perangkat komunikasi, pesawat nirawak atau drone untuk pemantauan, mesin pompa air, perlengkapan pencarian dan pertolongan (SAR), alat pelindung diri, serta perlengkapan pendukung kesehatan.
Penambahan personel dan dukungan peralatan tersebut diharapkan memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kebakaran secara lebih efektif sekaligus meminimalkan dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan.
Trunoyudo menegaskan penanggulangan karhutla membutuhkan kerja sama seluruh pihak, mulai dari aparat di lapangan, pemerintah daerah, instansi terkait, hingga masyarakat.
“Penambahan personel ini bukan berdiri sendiri, melainkan bagian dari penguatan upaya penanganan yang telah berjalan. Polri terus mendorong kesiapsiagaan, respons cepat, dan sinergi dengan seluruh pihak terkait,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan kepada petugas jika menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
“Kami juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam pencegahan, karena menjaga lingkungan dari ancaman karhutla merupakan tanggung jawab bersama,” kata Trunoyudo.