Ia mengatakan setiap hari para pembudidaya mengalokasikan sebagian hasil panen telur untuk kas kelompok yang digunakan untuk membeli pakan pabrikan secara kolektif.

"Bahkan, beberapa peternak mulai menyisihkan hasil penjualan telur sebagai tabungan untuk membeli bibit ayam baru," ujarnya.

Dalam proses budidaya, ia menilai terdapat kebutuhan mendesak dan sejumlah tantangan bagi para pembudidaya, terutama dalam hal pemasaran yang sampai saat ini cukup sulit untuk berkembang.

"Pak Kapolsek makanya sering bantu pemasaran kami, ditawarkan ke sejumlah instansi, anggota kepolisian di Polres maupun Polsek gitu," katanya.

Ia menyebut terdapat sekitar 400 hingga 500 ekor ayam yang dibudidayakan oleh Kelompok Endok Mulyo yang beranggotakan sekitar 20 orang.