Menurut dia, posyandu menjadi satu kekuatan tangguh dari akar rumput, yakni masyarakat untuk memasukkan upaya menurunkan stunting.
"Jadi, intinya ini (posyandu) adalah ujung tombak yang diharapkan mampu berkontribusi optimal di dalam penurunan stunting," katanya.
Namun, ia mengingatkan bahwa stunting tidak hanya karena faktor gizi, tetapi banyak faktor, seperti pendidikan hingga sanitasi lingkungan.
Sekretaris Kemendukbangga Budi Setiyono mengatakan tantangan yang selama ini dihadapi posyandu terkait dengan pendataan.
Ia mengatakan ada enam standar pelayanan minimal (SPM) yang diberikan posyandu kepada masyarakat, namun dalam pendataan terkadang masih bersifat 'silo' atau sendiri-sendiri.