Red Cell CIA merupakan unit yang melakukan penilaian dan analisis berwawasan ke depan di luar kerangka kerja konvensional.

Dalam laporan rahasia itu, para pakar CIA menyoroti kombinasi tekanan yang mudah meledak yang muncul menjelang pemilu Israel pada 27 Oktober mendatang.

Tekanan yang dimaksud mencakup krisis ekonomi dan peningkatan belanja militer, juga kembalinya para veteran militer dari pertempuran berkepanjangan--yang banyak di antaranya menderita trauma psikologis parah, kemudian kemarahan yang meningkat terkait pengecualian wajib militer bagi pria Yahudi ultra-Ortodoks, lalu semakin meningkatnya kekerasan oleh para pemukim Yahudi di Tepi Barat.

Disebutkan juga soal upaya Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu untuk mempertahankan kekuasaan, yang menurut laporan CIA itu, telah memicu krisis konstitusional.