Disebutkan pameran itu menampilkan lebih dari 70.700 potong pakaian dari lebih dari 30 jenis, serta lebih dari 170.000 pasang sepatu dari lebih dari 60 jenis, yang diproduksi di berbagai pabrik industri ringan di seluruh negeri di bawah kebijakan pembangunan daerah yang dicanangkan oleh Kim.
"Ini merupakan bukti nyata akan validitas dan vitalitas kebijakan Partai yang bertujuan untuk menghapus kesenjangan antara wilayah pusat dan daerah, serta antara kawasan perkotaan dan pedesaan, demi mencapai pembangunan yang serentak dan seimbang di seluruh negeri," ujar Kim Jong Un, sebagaimana dikutip oleh KCNA.
Tak cuma kali ini saja, Kim Jong Un juga pernah diisukan alami obesitas ekstrem. Ia disebut punya berat badan lebih dari 140 kilogram dan masuk kategori "obesitas ekstrem" oleh badan intelijen Korea Selatan (Korsel).
Dilansir AFP, Rabu (30/9), laporan intelijen tersebut disampaikan oleh seorang anggota parlemen Korsel, Youn Kun Young, kepada awak media pada Rabu (30/9) waktu setempat. Laporan intelijen itu juga menyebutkan bahwa Kim Jong Un merupakan seorang perokok berat dan berisiko terkena penyakit kardiovaskular.
Kesehatan Kim Jong Un dipantau secara ketat oleh dunia internasional, karena jika terjadi kematian mendadak maka akan memicu pertanyaan mengenai suksesi dan stabilitas di negara pemilik senjata nuklir tersebut.