NADIKABAR.COM — Pos Pengamat Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), melaporkan aktivitas erupsi gunung itu masih tinggi sehingga masyarakat diminta tidak beraktivitas dalam radius dua kilometer dari pusat aktivitas gunung serta tiga kilometer pada sektor selatan dan tenggara.
Pengamat Gunung Ile Lewotolok Stanislaus Arakian dalam laporan evaluasi aktivitas periode 16-31 Oktober 2026 yang diterima di Kupang, Sabtu, menyampaikan bahwa tingkat aktivitas gunung tersebut masih berada pada Level II atau Waspada.
"Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi secara menyeluruh hingga 31 Oktober 2026, aktivitas kegempaan dan erupsi masih tinggi," demikian laporan evaluasi tersebut.
Stanislaus menjelaskan, selama periode pengamatan terjadi 1.137 kali gempa erupsi, 187 kali gempa guguran, 1.632 kali gempa hembusan, serta 53 kali gempa vulkanik dalam.
Selain itu, tercatat 58 kali tremor nonharmonik, tujuh kali tremor harmonik, 10 kali gempa tornillo, enam kali gempa vulkanik dangkal, 26 kali gempa tektonik lokal, dan 47 kali gempa tektonik jauh.