Secara visual, aktivitas erupsi menghasilkan kolom abu setinggi 100 hingga 500 meter dari puncak. Kolom erupsi berwarna putih hingga kelabu, sedangkan asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal dan ketinggian mencapai 500 meter.

Aktivitas tersebut terkadang disertai suara gemuruh dan dentuman dengan intensitas lemah hingga kuat. Petugas juga mengamati sinar api di puncak serta lontaran material pijar ke segala arah yang masih berada di dalam area kawah.

Selain erupsi, guguran lava teramati meluncur hingga 700 meter dari puncak ke arah tenggara dan 500 meter ke arah selatan. Selama periode evaluasi belum teramati perubahan signifikan pada jarak aliran lava di kedua sektor tersebut.

Dari hasil pemantauan instrumental, aktivitas kegempaan masih berfluktuasi dengan gempa erupsi atau letusan mendominasi rekaman seismik. Peningkatan gempa vulkanik dalam mengindikasikan adanya proses peretakan batuan akibat suplai magma dari kedalaman yang lebih dalam menuju bagian tubuh gunung yang lebih dangkal.

Sementara itu, pengamatan deformasi menunjukkan pola bergantian antara pengempisan dan penggembungan tubuh gunung. Namun, berdasarkan pengamatan dalam periode panjang, masih terlihat kecenderungan inflasi atau penggembungan.