NADIKABAR.COM β Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memproyeksikan pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan, Jembrana, Bali, dapat menyerap tenaga kerja hingga 25 ribu orang.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, dalam keterangan di Jakarta, Jumat, mengatakan peluang kerja yang muncul dari pengembangan kawasan tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat lokal melalui pelatihan dan peningkatan keterampilan.
Menurut Trenggono, pengembangan PPN Pengambengan merupakan bagian dari pembangunan kawasan industri perikanan yang terintegrasi dengan nilai proyek sekitar Rp1,2 triliun.
Ia menyebut pelabuhan tersebut nantinya juga akan menjadi tempat bersandar kapal-kapal penangkap ikan berukuran besar yang sebelumnya beraktivitas di Pelabuhan Benoa, termasuk kapal penangkap tuna.
Pengembangan pelabuhan ikan tersebut diarahkan untuk menyediakan fasilitas perikanan yang lebih bersih, higienis, dan modern sehingga dapat mendukung peningkatan daya saing hasil perikanan Indonesia.
βHarapannya ini adalah tempat yang dikombinasikan antara industri perikanan yang modern, berikut juga dikombinasi dengan pariwisata,β katanya.
Sementara itu, nelayan setempat berharap pengembangan pelabuhan juga membuka alternatif pekerjaan saat musim paceklik ketika aktivitas melaut berkurang.
Salah satu nelayan di Pengambengan, Anan, mengungkapkan bahwa masa paceklik ikan sering kali memaksa nelayan menjadi pengangguran hingga kurun waktu yang lama atau harus beralih profesi menjadi kuli serabutan.
Ia berharap keberadaan fasilitas seperti cold storage atau gudang berpendingin dan perbaikan kapal dapat menjadi sumber pekerjaan bagi masyarakat ketika tidak melaut.
"Jadi tidak perlu harus menganggur sekian lama ketika musim paceklik ikan,β kata Anan.
Sementara itu, nelayan lainnya, I Ketut Sumajaya, mengatakan keterbatasan kolam labuh akibat pendangkalan selama ini menyulitkan kapal melakukan bongkar muat ikan.
Ia berharap pengembangan pelabuhan dapat memperlancar aktivitas bongkar muat dan distribusi hasil tangkapan ke pabrik maupun pengepul.
βDengan adanya pelabuhan yang modern, kami selaku nelayan gampang untuk mengakses dalam artian bongkar muat ikan, untuk mendistribusikan ikan itu ke wilayah-wilayah pabrik,β ujarnya.