NADIKABAR.COM — Menteri Perindustrian (Menperin) yang baru, Muhammad Sarmuji punya PR alias pekerjaan rumah besar untuk mengembalikan kinerja industri.

Pertumbuhan sektor industri disebut terus menurun dalam dua tahun terakhir, dari 5,48% pada kuartal II-2025 menjadi hanya 4,5% pada kuartal II-2026.

Rektor Universitas Paramadina Didik J Rachbini menilai kondisi tersebut akan menyulitkan pemerintah mengejar pertumbuhan ekonomi 6%, terlebih menuju 7-8%. Menurutnya, sektor industri merupakan salah satu penopang terbesar perekonomian nasional.

"Bagaimana bisa pertumbuhan ekonomi akan mencapai 7% jika kondisi sektor industri lemah dan menurun seperti dua tahun terakhir ini," kata Didik dalam keterangannya, dikutip Kamis (1/10/2026).

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), kontribusi manufaktur terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) ditargetkan meningkat dari baseline 18,67% menjadi 21,9% pada 2029. Sementara pertumbuhan ekonomi ditargetkan mencapai 8% pada tahun yang sama.