"Dari 5 nama calon yg diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat memutuskan untuk memilih KH Abdul Hakim Mahfudz menjadi Ketua Umum PBNU masa khidmat 2026-2031," kata KH Anwar Iskandar dalam sidang pleno V muktamar di halaman Gedung Serba Guna (GSG) KH Hasbullah Said, PP Bahrul Ulum, Jombang, Senin (31/8/2026).

Kiai Anwar menjelaskan keputusan tersebut diambil melalui musyawarah mufakat sembilan anggota AHWA. Rapat tertutup itu dibuka dengan bacaan QS Al Fatihah oleh KH Anwar Manshur dan ditutup dengan doa yang dipimpin Kiai Manshur.

"Rapat yang kami laksanakan tadi pagi adalah sebuah musyawarah mufakat yang merupakan pelaksanaan mandat keputusan muktamar. Ini adalah mekanisme yang pertama kita lakukan di dalam pemilihan kepengurusan NU," jelasnya.

Sehari sebelumnya, sembilan anggota AHWA juga telah bermusyawarah untuk menentukan Rais Aam PBNU masa khidmat 2026-2031.

Dalam sidang tertutup pada Minggu (30/8) malam, AHWA memutuskan KH Miftachul Akhyar kembali menjadi Rais Aam PBNU.

Kiai Miftach sebelumnya juga menduduki jabatan tersebut untuk masa bakti 2021-2026 hasil Muktamar ke-34 NU di Lampung.

Dengan terpilihnya Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU dan Kiai Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam, kepengurusan PBNU periode 2026-2031 kini memiliki dua figur yang akan memimpin organisasi tersebut untuk lima tahun ke depan.