"Terima kasih, Indonesia masih bisa tanpa pinjaman dari IMF," tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga memaparkan kebijakan efisiensi yang dilakukan pemerintah. Ia mengklaim pemerintah telah menutup 290 badan usaha milik negara (BUMN) yang dinilai tidak menguntungkan, tidak memiliki kinerja baik, atau mengalami kerugian.

"Kurang dua tahun pemerintahan yang saya pimpin, kita telah menutup 290 BUMN yang tidak menguntungkan, yang tidak punya kinerja baik, yang rugi, kami tutup 290 BUMN, dengan menutup 290 BUMN kita telah menghemat Rp 50 triliun," katanya dilihat NadiKabar dari YouTube Sekretariat Presiden.

Pemerintah, kata Prabowo, masih akan melanjutkan perampingan BUMN. Sedikitnya 700 BUMN lainnya disebut akan ditutup hingga akhir Desember 2026.

"Pemerintah yang saya pimpin, Desember 2026, kami akan menutup lagi, paling sedikit 700 lagi yang akan kami tutup, jadi nanti hanya tinggal mungkin 250 BUMN," lanjutnya.

Prabowo berharap kebijakan tersebut dapat menghasilkan penghematan hingga Rp 100 triliun dari biaya operasional atau *overhead*. Ia juga menyebut total penghematan pemerintah dari berbagai bidang saat ini mendekati Rp 300 triliun setiap tahun.

"Berarti harapan saya kita bisa menghemat Rp 100 triliun dari *overhead,* dari biaya rutin gaji direksi, gaji komisaris. Penghematan kita di berbagai bidang, sudah mendekati Rp 300 triliun tiap tahun," ungkap Prabowo.