Uang hasil penghematan tersebut, lanjut Prabowo, akan dialihkan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat. Pemerintah juga akan mengandalkan investasi sebagai salah satu sumber pembiayaan pembangunan.

"Uang inilah yang kita alihkan, yang kita gelontorkan sebesar-besarnya ke rakyat. Kita sekarang berusaha tidak mau terlalu banyak pinjam uang dari mana, ajak investasi boleh, kalau kita pinjam uang, kita mau pinjam uang yang bunganya sekecil," pungkasnya.

Prabowo menyampaikan pernyataan tersebut saat menghadiri penutupan Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas. Ia menjadi presiden pertama yang membuka sekaligus menutup Muktamar NU.

Prabowo sebelumnya membuka Muktamar ke-35 NU di Lapangan Untung Surapati, Desa Tambakrejo, Jombang, pada Kamis (27/8/2026). Ia kemudian kembali hadir untuk menutup rangkaian muktamar pada Senin pagi.

Pantauan di YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo tiba di lokasi mengenakan baju putih dan peci hitam. Setibanya di lokasi, ia menyalami sejumlah kiai yang menyambut kedatangannya.

Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih turut hadir, di antaranya Menko Pangan Zulkifli Hasan, Mensesneg Prasetyo Budi, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

Hadir pula Kapolri Jenderal Listyo Sigit, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, serta Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.