NADIKABAR.COM — Presiden Prabowo Subianto mengarahkan agar ilmuwan dan masyarakat desa dilibatkan dalam kerja Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) yang rencananya akan dibentuk untuk mengelola ekosistem gambut dan mangrove di Tanah Air.
Saat memberikan keterangan kepada wartawan usai rapat terbatas (ratas) di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis malam, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyampaikan bahwa pelibatan para ilmuwan merupakan bagian dari upaya memperkuat kebijakan pengelolaan gambut berbasis pengetahuan dan hasil penelitian.
"Bapak Presiden menyetujui karena berdasarkan pengalaman para ilmuwan ini ternyata memang keberadaan badan tersebut sangat penting. Data-data, kemudian izin-izin pengelolaan-pengelolaan yang dilakukan oleh satu lembaga itu akan sangat memudahkan, termasuk pada akhirnya untuk berbagai pencegahan dan lain-lainnya itu akan dapat dilakukan dengan mudah," kata Brian.
Ia mengatakan bahwa Presiden Prabowo dalam ratas pada hari ini memutuskan membentuk BPGMN yang akan diperkuat dengan dukungan para ilmuwan dan peneliti.
Pengelolaan gambut akan didukung pemetaan yang lebih komprehensif untuk mengidentifikasi karakteristik dan potensi lahan, termasuk menentukan kawasan yang sesuai untuk budidaya tanaman, perikanan, maupun pemanfaatan lainnya. Hal itu sebagai bagian dari upaya mencegah kebakaran berulang di ekosistem penting tersebut.