Raja Antoni menyatakan bahwa basis kinerja badan itu akan dilakukan di tingkat desa agar masyarakat di akar rumput dapat berdaya dapat melakukan pencegahan kebakaran.
Ia memastikan bahwa kinerja lembaga itu tidak akan tumpang tindih dengan Kementerian Kehutanan (Kemenhut). Menyatakan bahwa berbeda dengan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove yang sebelumnya sudah dibubarkan, anggaran lembaga baru itu tidak akan berada di bawah Kemenhut tapi langsung di bawah Presiden.
Terkait para ilmuwan yang akan dilibatkan, Menhut mengatakan belum dapat memastikan apakah mereka akan menjadi pejabat di institusi baru tersebut atau menjadi pemberi masukan kebijakan.
"Tentu terserah Pak Presiden ya. Tapi kalau saya pribadi sangat baik kalau kita punya panel ahli atau apa pun namanya yang mereka dengan kontribusi keilmuan mereka akan menjaga roh pertemuan yang tadi diselenggarakan oleh Bapak Presiden," demikian Raja Juli Antoni.