Menurut Rosan, proyek yang dibangun mencakup material baterai berbasis nikel, separator dan elektrolit baterai kendaraan listrik, aluminium elektrolitik, truk listrik untuk pertambangan dan industri, serta kaca fotovoltaik untuk industri energi surya.
Seluruh proyek itu diperkirakan menciptakan lebih dari 10 ribu lapangan kerja.
Rosan melaporkan bahwa realisasi investasi semester I 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun, tumbuh 7,2 persen, dan menyerap lebih dari 1,4 juta tenaga kerja.
Kontribusi hilirisasi terhadap total investasi naik dari 25 persen menjadi 35 persen dalam dua tahun terakhir, dengan lebih dari 75 persen terealisasi di luar Jawa.
Industri pengolahan di Maluku Utara, menurut Rosan, menyumbang hampir separuh produk domestik bruto provinsi itu.
Surplus perdagangan Maluku Utara mencapai 31,1 triliun [satuan] pada 2025, didominasi produk olahan nikel seperti ferronikel, nikel matte, MHP, nikel sulfat, dan kobalt.