Kawasan IWIP kini memiliki 52 penyewa dari berbagai negara, termasuk Glencore dan Trafigura. Sejak 2018, kawasan itu menyerap investasi 20 miliar dolar AS, yang dengan tambahan sekitar 7 miliar dolar AS menjadi 27 miliar dolar AS, dan mempekerjakan 117 ribu orang.

Nilai ekspor kawasan mencapai 11 miliar dolar AS. Jika digabung dengan Kawasan Industri Morowali, total ekspor mencapai 28 miliar dolar AS atau sekitar 10 persen dari ekspor Indonesia.

Kapasitas listrik terpasang dan yang sedang dibangun di IWIP lebih dari 7,1 gigawatt. Bersama Morowali sekitar 8,8 gigawatt, totalnya 15,9 gigawatt, lebih besar daripada pemakaian listrik Singapura sebesar 13,1 gigawatt, kata Rosan.

Program tanggung jawab sosial perusahaan di kawasan itu menjangkau 32 desa di lingkar industri dan tambang dengan dana lebih dari Rp650 miliar.

Rosan menyebut ekosistem baterai kendaraan listrik yang lengkap, hingga daur ulang baterai, akan menempatkan Indonesia dalam rantai pasok global.

Ia menambahkan bahwa pihak Tsingshan telah berbicara dengan Danantara untuk berpartisipasi dalam program 100 gigawatt panel surya.