NADIKABAR.COM — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan alasan Prabowo Subianto menginginkan Indonesia bisa memproduksi bensin dari bahan dasar batu bara. Dia bahkan menyebut China sudah menawarkan kerja sama.

Menurut Bahlil, langkah tersebut berkaitan dengan upaya memperkuat ketahanan energi di tengah kondisi geopolitik yang tidak menentu, serta agar Indonesia bisa bebas impor BBM. Atas kondisi itu, maka pihaknya, diperintahkan untuk memanfaatkan potensi batu bara yang ada di Indonesia.

"Jadi gini apa yang disampaikan oleh Bapak Presiden Prabowo terkait dengan membuat gas ataupun minyak lewat batu bara itu berangkat dari pemikiran bahwa dalam kondisi geopolitik yang tidak menentu, maka arahan Bapak Presiden Prabowo kepada kami adalah mengoptimalkan seluruh potensi energi yang ada di Indonesia. Salah satu di antaranya adalah energi alternatif dari batu bara," ujar Bahlil di Balai Sudirman, Jakarta, Senin (21/9/2026).

"Tujuannya agar tidak lagi kita impor, devisa kita bisa ada di dalam negeri. Itu kira-kira," sambungnya.

Bahlil menyebut saat ini teknologi pengolahan batu bara saat ini telah berkembang, sehingga batu bara dengan kalori rendah dapat diolah menjadi menjadi minyak. Ia mengatakan sejumlah perusahaan-perusahaan China juga telah melakukan penawaran kerja sama dari untuk mengembangkan pemanfaatan batu bara tersebut di Indonesia.