NADIKABAR.COM — Pemerintah bakal mempercepat penggunaan bahan bakar minyak (BBM) dengan campuran etanol sebesar 50% atau E50. Langkah ini dilakukan seiring keberhasilan program B50 dalam mengurangi ketergantungan impor bahan bakar.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan keberhasilan implementasi B50 menjadi dasar bagi pemerintah untuk menggenjot pengembangan E50.

Program B50 sendiri merupakan hasil dari pencampuran minyak kelapa sawit dengan solar sebanyak 50%, yang terbukti mengantarkan Indonesia tidak lagi melakukan impor solar jenis CN48.