NADIKABAR.COM β€” Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia membahas percepatan program listrik desa dan perkembangan pabrik baterai kendaraan listrik hasil kerja sama CATL-Antam, untuk memperluas akses energi dan memperkuat hilirisasi industri nasional.

Menko Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia mengatakan kepada wartawan di Jakarta, Kamis, dirinya melaporkan perkembangan kedua program tersebut kepada Presiden dan mengatakan hampir 11 ribu desa dan dusun di Indonesia belum memiliki akses listrik.

Pemerintah menyiapkan peresmian 1.413 titik dalam program listrik desa yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.

β€œJadi ada sekitar 1.413 titik yang akan diresmikan dalam waktu dekat ini,” ujar Bahlil kepada awak media.

Selain membahas pemerataan akses listrik, Bahlil melaporkan perkembangan pabrik baterai kendaraan listrik hasil kerja sama CATL dengan Antam yang telah memasuki tahap produksi.

β€œDalam waktu dekat akan diresmikan karena pabriknya sudah mulai produksi,” kata Bahlil.

Pabrik tersebut sebelumnya menjalani peletakan batu pertama oleh Presiden Prabowo sekitar setahun lalu. Menurut Bahlil, fasilitas itu menambah jajaran pabrik baterai kendaraan listrik yang beroperasi di Indonesia.

Bahlil menyebut tiga fasilitas dalam industri baterai kendaraan listrik, yakni pabrik milik Hyundai, pabrik yang telah diresmikan di Halmahera dengan investasi dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT), serta pabrik hasil kerja sama CATL dan Antam.

Keberadaan fasilitas tersebut menjadi bagian dari pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik di Indonesia, yang mencakup kegiatan pertambangan, pengolahan mineral, hingga produksi sel baterai.

Bahlil mengatakan integrasi rantai produksi tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mendorong hilirisasi, sehingga pengembangan industri tidak berhenti pada pengambilan bahan mentah, tetapi berlanjut ke tahap pengolahan dan produksi.

β€œMungkin tidak banyak negara yang memiliki ini. Nah ini bagian daripada ikhtiar untuk melakukan hilirisasi,” tutur Bahlil.